Pages

Wednesday, May 6, 2015

Apparition Chapter 1 Part 4

                                                     Apparition Chapter 1 Part 4
                                                                         


"Nah karena kita berdua udah temenan ayo kita rayain!! Nate-kun beliin coklat yaa" ucap Yuki ceria

"Kenapa juga gue harus beliin lo coklat? gue engga suka cok-"sebelum Nate selesai Yuki memotongnya.

"Oke! Yuki duluan kekantin ya!! Nate-kun nyusul aja nanti" balasnya sembari terbang menembus dinding ke arah kantin.

"Tunggu dulu!" teriak Nate.

Ayumi masih memandangi Nate yang berbicara sendirian dikelas yang kosong, ia mengintip dari pintu masuk kelas yang terbuka sedikit.

"Kacamata bego itu lagi ngapain sih?" bisiknya pada diri sendiri.

Lalu Nate tiba-tiba terdiam dan menengok ke kiri dan kanan, seperti menyadari bahwa ia sedang diawasi, menyadari hal itu, Ayumi sedikit terkejut tetapi memutuskan untuk membuka pintu kelas dan masuk kedalam untuk memenuhi rasa penasarannya, lalu mereka berdua pun saling pandang.

"Uuuhh lo tadi abis ngapain ya?" tanya Ayumi kepada Nate.
"umm itu..gue..tadi" jawabnya terbata-bata.

Ayumi memasang muka bingung  lalu ia berkata sembari melangkah untuk menjaga jarak dengan Nate "jangan-jangan....lo ngobrol sama temen khayalan ya??"

"Bukan lah! emang gue anak tk apa?" balas Nate cukup keras.

"Terus apa dong" tanya Ayumi kembali.

"Bu-bukan urusan lo!" bentak Nate sembari membuang muka.

"terserah deh" balasnya sembari berjalan ke mejanya "ternyata kelakuan lo lebih  aneh dari yang dijelasin di Files ya" lanjutnya.

Nate tampak sedikit kebingungan mendengar perkataan Ayumi, terutama saat ia menyebut kata "Files", ia pun bertanya padanya.

"Lo bilang apa tadi?" tanya Nate.

"Kalo kelakuan lo aneh banget" jawab Ayumi sembari menoleh ke arahnya.

"Bukan itu! yang tadi lo sebut, files?" balas Nate.

Awalnya Ayumi memasang muka seperti tidak percaya dan kebingungan, tapi ia menunjukkan senyum kecil, seperti ingin memberi tahu suatu rahasia.
"Oiya lo kan anak baru disini ya? wajar  kalau engga tau Nightingale"

"Nightingale? itu apa lagi? cerita yang jelas dong" balas nate dengan muka penasaran dan bingung.

"Iya sabar dikit dong! jadi di Roman Academy ini ada yang website yang namanya Nightingale.net, humm..gimana ngejelasinnya ya, bisa dibilang ini semacam forum socmed paling terkenal di Roman Academy"Ayumi berkata dengan semangat.

"Socmed paling terkenal? apa maksudnya? bukannya kebanyakan orang makenya facebook atau twitter?" tanya Nate yang masih bingung.

"Ini beda sama socmed lainnya, yang bisa nge-post konten cuman satu orang, yaitu Admin yang bernama Snowden, dan pengunjung site hanya bisa comment pada postingan yang ia kirim ke website itu, dan postingan yang dikirim namanya file"lanjut Ayumi sembari duduk dikursinya.

"Kedengerannya boring banget, apa enaknya ngebaca postingan pribadi orang?"balas Nate sembari duduk dikursi depan Ayumi.

"Ini baru bagian menariknya" ucap Ayumi sembari tersenyum kembali " postingan yang ada di files, itu bukan postingan biasa, isinya itu beragam tetapi intinya sama, yaitu info, gosip dan rahasia terhangat dan fresh di Roman Academy!" matanya terlihat berkilauan dengan kekaguman saat menjelaskan itu.

"Biasanya ada 3 tipe postingan di website tersebut, yang pertama Chatter, yaitu update gosip atau kejadian yang baru-baru terjadi di Academy, misalnya ada ada adik kelas yang ditembak oleh kaka kelas, ada anak baru dan lain-lain, terus ada Target, yaitu profil murid,isinya itu nama lengkap murid,fotonya dan alamat socmednya dan juga beberapa informasi seperti sikap, kebiasaan dan pertemanannya sama siapa aja"jelasnya dengan berapi-api.

Muka Nate terlihat tertarik dengan website tersebut, tetapi ia merasa belum mengerti betul website tersebut, terutama tujuannya.

"Terus yang terakhir?"tanya Nate.

"Yang terakhir itu namanya Dark, setiap kali informasi ini dipost pasti heboh dan rame disekolah, soalnya postingan ini isinya tentang informasi sensitif mengenai sekolah, seperti kasus korupsi pihak sekolah, konflik-konflik internal murid dan juga guru dan info lainnya yang harusnya engga disebarluaskan, yaah gue engga terlalu ngerti sih soal begituan, soalnya gue juga baru join Nightingale beberapa minggu yang lalu" jelasnya panjang lebar sembari minum air yang ia beli dari kantin.

Nate yang mendengarkan dari tadi dengan serius pun dibuat terdiam berpikir tentang website ini, tetapi ia tiba-tiba bertanya.

"Oh iya, jadi ada profil gue ya di website itu ya, apa isinya?"tanya Nate ke Ayumi.

"Coba lo cek aja sendiri, gue cape juga ngejelasin panjang-panjang" balas Ayumi sembari membalik badan untuk memakan roti yang ia beli tadi.

"Oi Twintails! jangan ngejelasin setengah-setengah dong!" ucap Nate ke Ayumi.

"Apa? Twintails?! diem lo kacamata bego! gue udah ngejelasin tadi panjang kan? harusnya udah cukup buat sepasang kacamata kaya elo"balasnya sembari menengok kembali ke Nate.

"Apa lo bilang? lo harusnya berterima kasih udah bisa ngobrol sama gue, jarang-jarang murid biasa kaya elo bisa interaksi sama gue" kata Nate sembari menghampiri Ayumi.

Ayumi pun berdiri untuk mengahadap Nate, mereka berdua berpandangan sengit dan memasang muka kesal pada satu sama lain, Ayumi memegang kerah Nate dan ingin membentaknya ketika tiba-tiba pintu kelas terbuka.

"CIE CIEEE!!! AYUMI TARGETNYA SI ANAK BARU YAAAA"teriak anak-anak kelas ketika melihat mereka berdua dikelas.

"Eh..eh bukan! ini cuman kebetulan doang kok!" ucap Ayumi dengan muka yang merah ke teman-temannya sembari melepas tangannya dari kerah Nate.

"Alaah tadi kamu udah megang kerah dia kan? pasti mau kis-" ucap Ryan secara gampang sebelum buku melayang dimukanya.

"AAAAAH ENGGA DASAR BEGO, JANGAN MIKIR YANG ANEH-ANEH" Teriak Ayumi dengan keras sembari melempar buku.

"iya deh iyaaa" balas teman-temannya sembari tersenyum lebar, Ayumi menoleh ke arah lain agar ia tak melihat teman-temannya karena malu, ia secara tak sengaja pun menatap langsung muka Nate yang sedang berfikir dan terdiam muka Ayumi memerah lagi seketika,setelah sadar Ayumi masih didepannyalalu Nate pun membuang mukanya dan kembali ke tempat duduknya.

"Humph, bego"Ayumi pun ikutan membuang muka dan pergi ke tempat duduknya, mencoba untuk melupakan tatapan Nate..


                                                                            ***

Lalu waktu pulang pun tiba, murid-murid pun membereskan mejanya dan bergegas pulang, semakin sedikit murid dikelas Nate dan Ayumi, dan Nate pun duduk sendiri membaca bukunya dikelas, pikiran tentang website nightingale masih melayang dibenaknya.

"Chatter,Target....dan Dark ya" gumamnya saat membaca buku Ascend karya Robert Day Rutherford.

"NATE-KUUUUN!!" Tiba tiba Yuki pun melayang masuk menembus tembok dan terbang kearah Nate, menubruknya dan keduanya pun jatuh ke lantai.

"aduduh! lo ngapain sih, jangan tiba-tiba terbang gitu dong bego! dan kenapa lo bisa nembus tembok tapi bisa nyentuh gue??"balas Nate sembari memegangi kepalanya dengan satu tangan.

"Ehehehehe, maaf deeh abisnya tadi seneng banget abis keliling sekolah, Yuki udah lama engga liat sekolah seluas inii, jadinya kebawa suasanya deh, teehee"katanya dengan ceria.

"Haaah lo ternyata kaya bocah juga ya" ucap Nate sembari berdiri dan mengambil bukunya yang jatuh.

Yuki melayang-layang lagi disekitar kelas dan secara tiba-tiba memandangi Nate yang kembali membaca bukunya.

"Ne, Nate-kun, kok belum pulang duluan? Yuki tau kok jalan pulangnya, kenapa sendirian dikelas?" tanya Yuki keheranan.

Nate pun memandang Yuki kembali dan ia menatap kebawah,wajahnya terlihat malu "gu-gue cuman keasikan baca buku kok, jangan salah paham ya, bukan berarti gue nungguin elo kok..." mukanya memerah.

"So-soalnya sekolah sepi sih, jadinya enak bacanya bisa tenang, ta-tapi karena lo udah disini ayo deh" lanjut Nate dengan sedikit terbata-bata.

"ayo? maksudnya?" ucap Yuki dengan wajah kebingungan dan polos.

"Ma-maksudnya ayo pulang bareng, thats what friends do to each other ri-right..?" balas Nate dengan wajah malu dan berjalan keluar kelas menutupi mukanya.

Yuki pun tersenyum lebar dan terbang ke arah Nate dan mengikutinya.
"Yup, ayo pulang"

Lalu Nate dan Yuki pun berjalan/terbang ke tempat parkiran bersama-sama.

"Hey roh, nanti pas di apartemen ada yang gue pengen diskusiin" ucap Nate ke Yuki saat berjalan di lorong sekolah.

"Apaan tuh? diskusi dimana tempat beli cupcake yang enak ya? oke Yuki bantuin!" jawab Yuki semangat.

"Ternyata roh itu posisi otak sama perutnya ketuker ya?, bukan itu!" kata Nate ke Yuki.

"Nate-kun jahat ah, dan jangan panggil Yuki roh dong! kan aku punya nama" balasnya sembari memasang muka kesal.

"Yu-yuki?" ucap Nate.

"Nah gitu dong" ucap Yuki sembari tersenyum.

Mereka berdua pun terus mengobrol dengan panjang, walau dimata normal hanya terlihat Nate berbicara sendiri, tapi Nate terlihat seperti tak perduli, sekolah pun sudah sepi, mereka mengobrol dengan santai sampai mereka tak menyadari kalau mereka sedang diawasi oleh seseorang di ujung lorong belakang mereka,orang yang memakai topi beanie dan menggengam smartphone tersebut memperhatikan mereka sembari tersenyum misterius.

"This is gonna be fun"ucapnya pelan.

Bersambung.......

Tuesday, April 28, 2015

Appariton Chapter 1 Part 3

Apparition Chapter 1 Part 3

Melanjutkan cerita sebelumnya, Nathan seorang murid pindahan yang tinggal sendiri di apartemen, tiba-tiba bertemu dengan sebuah roh wanita! Roh bernama Yukina tersebut muncul dengan dikamarnya suatu pagi, dan ia mengaku sebagai wandering spirit, roh yang menjelajah dunia untuk mencari alasan hidup yang tak sempat mereka dapatkan ketika mereka hidup.

Dengan banyak hal yang butuh diproses dikepalanya, tetapi waktu menunjukkan waktu sekolah, ia pun bergegas menaiki mobilnya dan berangkat ke Romans Academy, tetapi Yuki tiba-tiba muncul kembali didalam mobilnya!! Tapi sebelum itu, Nathan pun memberi tahu sesuatu yang sangat penting ke Yuki

“Apa-apaan coba! Si author blog bodoh itu engga ngeupdate cerita kita sampe beberapa bulan!! Dia emang gabisa nyelesain sesuatu yang dia mulai!” gumam Nathan geram sembari membanting setir mobilnya

“Tenang dulu…pasti Author-san punya alasan yang jelas kan buat ninggalin kita? Mungkin dia sibuk dengan sesuatu” kata Yuki menenangkan

“Sibuk apanya?! Selama 3 bulan ini dia cuman sibuk nonton anime dan baca manga doang! Dasar otaku gak berguna! Padahal janjinya mau ngeupload 3 konten di blognya perhari” balas Nathan

“Terus pas gue baca lagi cerita “Apparition” di blognya, banyak yang ga jelas bagian ceritanya, contohnya masa si cewek di kelas gue itu ngomong baka,baka,baka?? WTF??  Apa coba maksudnya? Who does that??” lanjut Nathan, mukanya sangat kesal sekali

“Udah udaaah, yang penting kan Author-san udah ada disini dan bakal ngelanjutin ceritanya lagi, dan karena sekarang dia udah jadi otaku, pasti dia dapet banyak inspirasi dan cerita kita bakal lebih bagus deh!” kata Yuki menyemangati

“Harusnya sih gitu, paling juga Author otaku bodoh itu juga bakal ngilang lagi abis nulis ini” balas Nathan kembali “eh tunggu dulu….LO NGAPAIN NGIKUTIN GUE??” bentak Nathan setelah menyadari keadaan di mobilnya

“Ahahaha, abisnya bosen kan makan doang seharian di apartemen! Aku pengen liat sekolah Nate-kun!”ucap Yuki ceria

“Haaah? Gimana kalau orang lain liat?”

“Tenaaang, kan aku udah bilang tadi kalau cuman Nate-kun yang bisa liat yuki” balas yuki sembari mengedip

“Mana bisa?? Gue gamau diikutin seharian sama roh maling makanan! Nanti pas gue beli makanan lo pasti ambil kan?”balas Nathan

“Iiiih enak aja! Emangnya Yuki roh yang kerjaannya cuman makan aja?? Humph!”

“Masa? Soalnya hampir setiap hari makanan yang gue beli hampir setengahnya ilang tuh!” Tanya Nathan

“iiiih tapi kali ini Yuki gabakal nyuri makanan siapapun!...kecuali di kantinnya ada coklat,es krim,pizza,burger,steak….”Yuki melanjutkan sembari liurnya menetes
“Mending lo cepet pergi dari kehidupan gue , roh maling makanan” balas Nathan geram.

****
Walaupun begitu, Yuki tetap mengikuti Nathan ke Roman Academy, terbang diatas udara disebelahnya kemananpun ia pergi, ke kelas, ke kantin, tetapi Yuki menyadari bahwa Nate tidak berbicara ke siapapun seharian, Nate hanya membaca buku sendirian, taka da yang mengajaknya berbicara dan Nate pun tak mengajak berbicara siapapun, walau begitu beberapa murid menatap Nate kemanapun ia pergi

“Oi Nate-kun, keseharian sekolah-mu lebih boring dari pada seharian di apartemen” ucap Yuki saat waktu istirahat kepada Nate yang membaca buku sendirian dikelas

“Jangan bodoh, rutinitas seperti ini sudah cukup baik bagi gue” balas Nate, tak melepas mata dari bukunya

“Haaaah, apaan coba, Nate-kun engga ngobrol sama siapapun, Yuki tau kalau Nate-kun murid pindahan, tapi masa engga mau kenalan sama teman-teman kelas sih?”

Nate menutup bukunya “buat apa kenalan dan berteman sama mereka? Interaksi sama manusia itu banyak resikonya tau engga?”

“Resiko?”

“Iya resiko, kalau berteman, ada ancaman bakal diomongin dibelakang, dimanfaatin dan dibully,oi roh, lo tau kan sikap asli manusia? Mereka sangat mungkin menjatuhkan orang lain demi kepentingan mereka sendiri, mereka bakal ngebuang prinsip mereka mentah-mentah demi kelangsungan hidup mereka, menutup diri asli mereka agar diterima orang lain, dan masih banyak lagi, jeals banget gue gamau berteman sama makhluk rendahan dan menjijikan seperti manusia” ucap Nathan dengan serius sembari menatap Yuki tajam

Yuki terdiam tak bisa berkata apa-apa

“lagian, dengan baca buku seharian gue udah puas kok, Descend menarik banget!!!” kata Nate kembali membuka bukunya

“Nate-kun..” panggil Yuki pelan

Nate melihat yuki yang terbang didepannya dengan muka dengan ekspresi sedikit sedih

“Kalau Nate-kun engga mau berteman dengan manusia…gimana kalau Yuki jadi teman Nate-kun? 
Kan Yuki bukan manusia…jadi Nate-kun bakal percaya dan berteman sama Yuki kan?” ucap Yuki sembari tersenyum hangat ke-arah Nate

Muka Nate memerah sedikit,ia tertegun mendengar kata-kata tersebut, spontan menutup mukanya seketika dengan lengannya

“Bo-bodoh! Kan dulu lo juga manusia jadi apa bedanya?? Dan..kenapa lo mau jadi temen gue? Lo pasti udah tau kan personality gue gimana? Gue bukan orang yang cocok dijadiin temen!” balas Nate sembari berdiri

“Memang Nate-kun itu orangnya dingin, sombong, introvert,individualis,engga toleran, insensitive…”

“oke oke cukup oi” balas Nathan

“Tapi….walau begitu Yuki masih mau kok temenan sama Nate-kun, sebenernya Nate-kun orang baik, Yuki percaya kok” ucapnya sembari mengedipkan mata dan mendekat ke Nate

“Jadi jangan kesepian lagi ya? Percaya sama Yuki, hidup sendirian itu engga sebagus yang Nate-kun pikir..” ucap Yuki pelan, dengan sedikit ekspresi sedih di wajahnya..
Nate pun terdiam…

“bodoh…..dasar roh bodoh..” lalu nate tertawa kecil

“lucu juga, temen pertama gue di high school sebuah roh maling makanan, siapa ya yang bakal percaya ceritanya ini coba” ucap Nate dengan senyum kecil sembari menatap Yuki yang terbang didepannya

“WAAAAAH NATE-KUUUUN” Yuki pun memeluk Nate dengan kencang sehingga ia terjatuh ke lantai kelas

“Sakit tau!! Lo ngapain sih?? Jangan terlalu lebay roh bego!!!” bentak Nathan sembari melepaskan pelukannya dan berdiri kembali

“ehehehe, habisnya Yuki udah mau kenalan sama Nate-kun sejak lamaa” jawabnya dengan senyum yang lebar

“dasar, gimana kalau kepala gue kebentur coba!” balas Nate

“bagus dong! Nanti nate bisa jadi roh sama kaya Yuki!!”


“Bukan itu masalahnyaa!! Dan siapa yang bilang gue mau mati!!!” balas Nate kembali

Dikelas kosong tersebut mereka berdua pun bertengkar kembali seperti dirumah, tetapi..raut muka mereka terlihat lebih ceria.

Lalu dilorong kelas, ada satu siswa yang mengintip ke dalam kelas, murid wanita tersebut melihat Nate dari jendela luar kelas

“Ngapain si mata empat bodoh itu?” ucap Ayumi yang melihat Nate berbicara sendirian.

Bersambung…..

Nathan: hah? Udah bersambung?
Author: iya, kenapa emang?
Nathan: cepet banget sih? Lanjutin lagi dong
Author: haaah? Gue mau nonton oreimo niih, banyak anime yang harus dikejar
Nathan: Jangan lari author otaku!! Gue mau ngomong, lo tuh harusnya lebih merhatiin lagi karakter yang udah lo buat, otaku kaya lo gamungkin ngerti kan perasaan karakter yang ditinggalin tanpa view selama berbulan-bulan di blog??
Author: *udah pergi nonton anime*
Nathan: Dammit dia udah cabut, haaah coba gue lahir di cerita lain kaya Regrets And Revenge, gabakal gue ditinggalin kaya gini!

To be continued…….

Maybe….  



Sunday, January 18, 2015

Apparition Chapter 1 Part 2

Chapter one
Part two


"Lo berisik juga ya!" Kata gadis yang terlihat muda itu, masih melayang di udara, sambil menutup kedua telinganya
"OKE OKE OKE GUE GABOLEH PANIK AAAAAAARGH,KENAPA ELO BISA TAU NAMA GUE???" Nate masih panik dan otaknya masih mencoba memproses apa yang terjadi di kamarnya itu, ia mengacak2 rambutnya dan berlarian kesana kemari di kamarnya, menjaga jarak dengan gadis itu.

"Let us caaalm down, stop dulu deh paniknya sementara, lo gaperlu takut!"kata gadis itu kepada Nate setelah ia melihatnya berlarian kesana kemari.

Nate terdiam, ia memengangi kepalanya,mata dan pikirannya masih tidak bisa memercayai  atau memproses keadaan dikamarnya ini, tangan Nate bersandar pada meja makan, matanya terkunci pada gadis yang masih melayang itu, Gadis itu terlihat sebaya dengan Nate, rambutnya berwarna coklat, gadis itu berwajah manis, ia terlihat lebih manis lagi dengan rambut pendeknya yang juga dikuncir satu, dan walaupun ia dipikiran Nate hanya seorang setan, sebenarnya gadis itu terlihat cantik dan menarik, apalagi dengan semacam short dress hitam yang ia kenakan di ruangan itu
Tiba-tiba gadis itu mengatakan sesuatu.

"Nama gue Yukina Suenaga!"

"Aah nama gue Nathan Riz-WAIT WAAAAIT KENAPA GUE MALAH JADI KENALAN SAMA SETAN!" balas Nate dengan berteriak.

"Gue bukan setan! Gue itu....spirit"

"EMANGNYA ADA BEDANYA?!"

"Ada! Duuuh udah deh, mending kita berdua tenangin diri dulu, why dont i serve us some tea? Tadi gue liat ada teh earl grey di laci dapur"

"Ini bukan sesuatu yang bisa didiskusikan sambil minum teh dammit!!!!!"

"Dan kayaknya masih ada coklat di kulkas deh, sambil snack coklat aja ya?"

"Engga baik makan coklat pag-KENAPA SETAN BISA MAKAN COKLAT DAN MINUM TEH??! DAN I SAID THIS IS NOT SOMETHING WE CAN TALK ABOUT OVER TEAS AND SNACKS DAMMIIIIT!!"

"BERISIIIK!!!! BISA DIEM ENGGA SIH? DAN GUE BUKAN SETAAAN!!"

Minggu pagi di apartemen Nathan yang biasanya sangat sepi....sekarang menjadi sangat ribut dan ricuh, keributan itu masih terdengar sampai setengah jam pun berlalu....
----
Nate terlihat lebih tenang sekarang, ia duduk di kursi santainya sambil memegang secangkir teh hangat, mukanya sekarang terlihat agak kesal dan annoyed
"Akhirnya malah minum teh beneran, skenario apaan ini? Emangnya ini anime?? Apa bentar lagi bakal ada robot warna biru dari masa depan muncul dari laci belajar gue??" Pikirnya dalam hati
Gadis misterius itu sekarang tiduran santai di udara ia memaiankan rambut pendeknya yang dikuncur ke belakang, ia memberikan tatapan kepada Nate, lelaki berkacamata itu menatapnya kembali, lalu gadis itu membuka percakapan.

"Ekhem...tadi lumayan ricuh dan engga kekontrol situasinya, jadi mending kita ulangin lagi....Nama gue Yukina Suenaga, dan lo pasti Nathan Rizki Unus kan? Gue lihat dari buku pelajaran elo tadi" Ucap gadis itu, membuka percakapan.

"Yeah, just call me Nate, i guess...."Nate masih bingung untuk berkata apapun

"Okay, nah udah kan kenalannya? Sekarang ayo beli es krim di mall hotel! Snack di kulkas udah mau habis nih" ucap Yuki sembari melayang ke pintu keluaar.

"Waaaaaaait!!! Apanya yang "ayo beli es krim!" Jelasin dulu kenapa lo bisa ada disini, terus lo ngapain disini dan lo muncul dari mana!"seru Nate ke Yuki.

"Terus baru beli es krim?"

"Lupain dulu es krimnya!"

"Okay theen, Nate-kun youre so persistent!"
Yuki kembali menatap Nate dan melayang disekitar dapur apartemennya, ia mengambil secarik kertas dan pulpen..

"Ekhem! Seperti yang tadi gue bilang, gue itu spirit bukan setan, emang kedengerannya sama tapi sebenernya ada bedanya, nih gue gambarin illustration sederhana deh”

Yuki mulai mengambar di kertas yang tadi ia ambil, Nate memperhatikannya dari meja tempat ia bersandar.


"Nah digambar itu ada 3 bentuk roh kan?"ucapnya setelah selesai menggambar

"Itu roh? Bentuknya kaya kue mochi"balas Nate spontan.

"Hahaha bukan, roh manusia sebenernya lebih mirip kue nastar, tapi gambar gue emang engga terlalu bagus, jadinya kaya gitu deh!"

"Nah diatas ada 3 tipe roh,ada Holy Spirit, Wandering Spirit sama Damned Spirit, gue termasuk dalam kategori yang ditengah, Wandering Spirit"

"Whats a Wandering Spirit?"Nate terlihat bingung.

"Wandering Spirit itu roh-roh manusia yang mati sebelum menemukan satu pun alasan hidup, jadi mereka matu tanpa merasakan kehidupan....dan kemauan mereka untuk hidup sangat tinggi!"

"Oh.....gitu" ucap Nate.

"Karena itu, Wandering Spirit telah diberi kesempatan untuk kembali ke dunia ini, untuk mencari potongan energi kehidupan,potongan-potongan disebut Fragments"

"Fragments? Jadi lo harus ngumpulin banyak Fragments supaya bisa kembali ke dunia roh?"

"Balik ke surga lebih tepatnya! Itulah perjanjian yang diterima Wandering spirits dan para penjaga surga,nah  Fragments bisa didapat dari berbagai cara, tapi biasanya didapat dari moment atau pengalaman yang dialami seseorang yang sangat membekas atau tidak biasa!" Yuki melanjutkan bicaranya tanpa jeda.

"Contohnya...Nate-kun pasti kaget kan liat roh untuk pertama kalinya? Nah rasa kaget dan excitement itu menyebabkan munculnya fragment!"

Dan benar saja, diatas kepala Nate ada sebuah benda berbentuk kubus berwarna kuning terang, Nate mencoba menyentuhnya, tetapi tangannya menembus benda itu

"Fragments hanya bisa diambil sama spirits! Itu bisa dibilang semacam energi buat kami"ucap Yuki

"Hmmm oke, kayaknya gue ngerti penjelasan dari Wandering Spirit, gimana dengan spirit yang lainnya?"

"Holy spirit and Damned spirit ya? Yaaah gampangnya Holy spirit itu penghuni surga dan Damned spirit itu penghuni neraka"

"Oooh i understaand"balas Nate sembari menggangukkan kepalanya.

"Dan satu lagi Wandering Spirit itu bisa berpotensi menjadi Holy Spirit dan Damned Spirit, Nate lihat kan, Wandering Spirit matanya kanannya seluruhnya hitam?"

"Eh iya juga, kenapa bisa Wandering bisa berubah menjadi bentuk spirit-spirit lain?"

"Kayaknya kalau gue jelasin, akan panjang Nate-kun, pembaca cerita ini juga pasti bingung dan males bacanya kan?"

"Bener, nanti pasti pengunjung blog ini juga mengurang kalau ceritanya terlalu panjang dan rumit, cukup deh penjelasannya"

"Setuju" kata Yuki sambil menyeruput teh yang mulai dingin itu.

Nate sekarang terlihat lebih tenang dalam situasi ini, ia tidak yakin apakah harus percaya pada semua cerita yang sangat terdengar fiktif itu, atau membuat penjelasannya sendiri, tetapi kali ini Nate lebih memercayai penjelasan gadis jepang itu.
----

"Tapi kenapa elo bisa makan dan minum? Bukannya Fragments sumber energi para spirits?"

"Well.....sebenernya gue ini spirit yang agak 'special' "

"Special?"

"Kemauan hidup gue sangat tinggi banget, jadi gue diberi kekuatan lebih! Gue bisa makan, minum dan nampakin diri! Tapi cuman bisa ke satu orang gue nampakin diri, cuman ke Nate-kun"balasnya sambil mengunyah coklat yang ia ambil dari kulkas.

"Kemauan hidup yang tinggi ya...penjelasan yang agak terlalu dibuat-buat!"balas Nate.

 "Eh tunggu!! Kenapa juga lo harus nampakin diri ke gue!"Nate berdiri dari kursinya, dengan muka sinis.

"Kenapa bisa lo kesini! Kenapa lo milih gue? Kita kan engga kenal satu sama lain?"

"Eh? Gue lupa bilang ya? Wandering Spirit itu memorinya dirubah, mereka hanya ingat nama mereka, dan tujuan mereka menjadi Wandering" ucap gadis dengan muka polos masih sambil menguyah coklatnya.

"Itu kan tetep bukan alasan kenapa lo disini!!"balas Nate geram.

"Oh? Gue cuman milih kamar ini karena snacknya banyak!"kata Yuki dengan senyum lebar.

"HAAAAAH,ENGGA BISAAA CEPETAN LO PERGI DARI SINIII,GUE GAMAU ADA ROH YANG BISANYA CUMAN MAKAN DOANG TINGGAL SAMA GUEE"teriak Nathan.

"BERISIIK" balas Yuki tak kalah kencang.

"Cepetan pergi dasar roh maling makanaaaan!!!"Nate berlari ke arah Yuki dengan muka marah

"No waaay~ the food here is great" Yuki terbang menghindari Nate sembari mengeluarkan lidahnya, mengejek Nate.

Dan keributan di apartemen  itu masih terus berlanjut sampai sore, suara teriakan marah Nate masih terdengar jelas dan lantang, diteriakkan kepada seorang roh yang hanya bisa dilihatnya seorang,Yukina Suenaga seorang Wandering Spirit yang tinggal di apartemen Nate. Life will never be the same for the genius prodigy Nathan Rizki Unus.







Nathan Rizki Unus and Yukina Suenaga, iya ini cerbung malah jadi mirip Anime, my god the ending is cheesy.













To be continued.

Monday, January 5, 2015

Apparition Chapter 1 Part 1

Chapter One
Part One

“Anak-anak perhatiannya sebentar!” suara Bu Rahma yang cukup keras tersebut telah membuat suasana kelas XI IPA 8 tersebut hening seketika, tampak seorang lelaki yang cukup tinggi dan berkacamata frame hitam berdiri di depan papan tulis, ia memakai baju seragam berwarna putih dan berkerah hitam, seragam standar Kings Academy Private High School Jakarta, SMA swasta paling tenar dan dipandang di Indonesia. Rumornya, SMA tersebut hanya menerima murid-murid yang secara akademik diklaim genius, diatas rata-rata atau murid-murid yang memiliki prestasi yang dipandang dunia.

Murid-murid di kelas saling pandang dengan muka heran dan penasaran, bahkan beberapa terlihat agak tercengang melihat kehadiran murid dari SMA tenar seperti itu, berdiri di depan kelas XI IPA 8 Roman Academy High School, sekolah yang cukup terkenal karena menerima murid-murid dari luar negeri, sehingga sekolah tersebut memiliki murid-murid yang bercampur dari berbagai bangsa dan negara, kebanyakan dari Negara Asia tenggara, tetapi tetap kecil keberadaannya dibandingkan Kings Academy.

“Nama saya Nathan Rizki Unus kalian boleh panggil saya Nate atau Nathan, saya pindahan dari Kings Academy High School Jakarta, salam kenal” katanya dengan tegas disambut dengan balasan “salam kenal juga!” oleh murid-murid kelas tersebut

Murid berambut hitam kelam itu langsung duduk di kursi kosong ditengah kelas setelah memperkenalkan diri. Terlihat gadis-gadis di kelas daritadi memperhatikan parasnya, Nate memang mempunyai muka campuran belanda,matanya berwarna coklat muda, hidungnya mancung, dan kulitnya juga putih, tidak aneh jika para gadis-gadis jatuh hati pada tampang dan tatapannya, tetapi setelah memperkenalkan diri Nate tidak bicara sepatah kata pun, matanya tajam memperhatikan Bu Rahma, walikelas 11 IPA 8, menerangkan materi Sejarah.
Bel istirahat pertama pun berbunyi, mendengar bel murid-murid kelas 11 IPA 8 pun bergegas keluar ruangan, meninggalkan suasana kelas menjadi sepi, Nathan tidak meninggalkan kelas, ia mengeluarkan buku novel favoritnya “Descend” karya Robert Day Rutherford, dan memutuskan untuk membaca sampai waktu istirahat habis.

----


“Gila, kok bisa sih ada anak SMA Kings yang sudi pindah kesini?” Akbar pun membuka percakapan
“Dunno, tapi dia ganteng ya?!” balas Ayumi dengan antusias tinggi, gadis-gadis kelas 11 miia 8 pun sontak teriak meng-iyakan. Kelas IPA 8 memang kelas yang sangat kompak, jika saat jam istirahat mereka pasti akan berjalan serempak ke kantin berbarengan sekelas, dan duduk di satu meja yang sama,biasanya obrolan dipimpin oleh Akbar Ramadhan, lelaki anak klub soccer yang juga KM kelas IPA 8 dan Ayumi Shinji Cahaya, gadis jepang berambut ikal yang terurai cukup panjang, sang seksi hubungan dan relasi di kelas IPA 8.

“Tapi serius deh, kenapa bisa seseorang ngerelain SMA Kings dan pindah ke sekolah ini?” Akbar melanjutkan
“Mungkin dia gakuat sama tekanan disana kali, untung deh! Sekarang sekolah kita nambah lagi satu cowo gantengnya!!” jawab Ayumi dengan level antusias yang sama
“Mi lupain dulu kenapa soal gantengnya dia” balas Rian, sang seksi keamanan kelas dengan ketus
“Lo semua pada lupa apa dia engga ikut kita keluar tadi? masa engga ada yang ngajak dia makan bareng disini?”lanjutnya
 “Seksi hubungan tuh harusnyaa” kata beberapa anak sembari melirik Ayumi
“Duh gue malu….” seru Ayumi, pipinya sedikit memerah
“Sekalian modus dong mi, kan katanya ganteng tuh!!”seru  Diandra teman dekat Ayumi sekaligus bendahara kelas
“Duuh, yaudah deh gue kekelas ngajakin diaa” balas Ayumi, disambut oleh teriakan dan siulan iseng anak-anak kelas IPA 8 yang terdengar ke seluruh kantin, pipi ayumi kembali memerah.

Ayumi mengintip kedalam kelas, dan sosok Nate masih membaca novel “Descend”nya sembari menyender, Ayumi merasa tidak enak menganggu Nate, tetapi ia sangat ingin berkenalan dengannya dan teman-temannya juga pasti penasaran dengan Nate, jadi ia memberanikan diri masuk dan menyapanya

“Hai nama gue Ayumi”katanya pelan
Nate memandangnya dan menatap mata Ayumi, mata coklatnya membuat tatapannya makin tajam gadis tersebut pun terkaget canggung
“Lo tau nama gue siapa, ada butuh apa?”balasnya, mata Nate kembali ke novelnya
“G..gue sebenernya mau ngajakin lo ngumpul sama anak-anak di kantin, sekalian kenalan gitu”kata Ayumi dengan suara yang kecil
“Not interested. Sorry” balas Nate dengan aksen inggirs yang tajam dan dingin, matanya masih tak lepas dari novelnya
“Hah?”Ayumi agak tidak percaya mendengarnya
“Im not interested, maybe later.” Nada bicara Nate makin ketus, serasa terganggu dengan keberadaan Ayumi
“O..oke deh” balas Ayumi sembari membuang mukanya perlahan

Ayumi langsung berjalan ke arah pintu kelas, perasaanya tidak karuan, wajahnya merah dan tangannya dikepal, “baka! baka! baka! baka!” gumamnya dalam hati, dia tidak percaya apa yang lelaki itu telah katakan, ia merasa sedikit menyesal menaguminya beberapa menit yang lalu. Ternyata memang benar stereotype masyarakat pikirnya, jika ada cowok yang ganteng dan charming, pasti dia sombong atau introvert pasti begitu!. Ayumi mencoba menghilangkan sosok Nate di pikirannya, Ayumi benar-benar tidak menyukai seseorang yang terlalu menutup diri apalagi sombong dan mengesalkan seperti Nate, walaupun mukanya bule sekalipun.

“Dia pikir karena dari Kings dia bisa sombong! Humph!”

----

Waktu sekolah pun selesai, murid-murid Roman Academy High School beranjak pulang, beberapa murid  tinggal disekolah untuk mengikuti kegiatan eksulnya masing-masing, Nate berjalan ke parkiran sekolah dan membuka kunci mobil Ford versi terbarunya, ia menyalakan mesil mobilnya dan berkendara pulang ke apartemennya di Prince Melon Hotel And Apartments.

“Orang-orang itu pasti cuman pura-pura jadi temen gue”

“Those people are just my potential enemies”

“Those humans can never be trusted”

“I don’t need anyone but myself”

Nathan terus berteguh kuat pada prinsip-prinsipnya, dia berpikir kalau dia membuat suatu hubungan dengan siapapun, pasti ujungnya tidak baik, cukup dirinya sendiri yang bisa ia percaya, lagipula…Nate memang dari kecil memang sendiri, orang tuanya selalu bekerja nonstop diluar negeri dan hampir tidak pernah bertemunya lagi sejak SMP, orang tua Nate memang pebisnis yang sangat sibuk, pekerjaan mereka sangat tidak bisa ditinggal, karena bisnis mereka berpengaruh dalam ekonomi dunia. Sekarang Nathan tinggal sendiri di apartemen mewah di tengah kota Bandung, hanya ditemani buku-buku novelnya.

----
                                                                    
Prince Melon Hotel, salah satu hotel berbintang 5 di Bandung, hotel tersebut sangat berkelas atas dan elit sehingga hanya beberapa orang yang tinggal di apartemen tersebut, biasanya pebisnis muda yang sedang naik daun atau artis yang sedang menikmati masa suksesnya dan tentunya hanya sedikit pemuda pelajar yang tinggal disana, terlebih lagi sendiri, Nate tidak terlalu memikirkan teman atau kenalan di apartemennya, ia lebih suka menyendiri di kamarnya daripada keluar dan bertemu siapapun.

Walau begitu Nate merasa nyaman-nyaman saja tinggal di apartemen tersebut, apartemen Nate yang memang kelas atas itu terbagi atas 3 ruangan yaitu Dapur, ruang tamu, ruang tidur Nate, dan juga 2 kamar mandi di ruang tidur dan dapur, Orang tua Nate sengaja memilihkan apartemen untuk Nate tinggal sendiri, supaya mandiri alasan mereka, tetapi Nate tahu alasan sebenarnya adalah supaya mereka tidak perlu repot-repot mengecek keadaan Nate dirumah. Nate tidak peduli, karena memang di prinsipnya dia memang sudah sendiri sejak awal, he’s happy to be alone, and he doesn’t need them.

Tetapi akhir-akhir ini,banyak kejadian-kejadian aneh yang diruangan apartemennya, Nate sering mendengar suara-suara aneh diruangan tidurnya saat ia ingin tidur saat tengah malam,perabotan sering pindah-pindah sendiri terutama didapur, bahkan makanan yang Nate tinggalkan menghilang tanpa bekas!

“Pasti ini kerjaan Room Service, kualitas pegawai disini emang bener-bener horrible!”serunya kesal saat mengetahui kue dikulkasnya menghilang entah kemana.

Awalnya Nate biasa-biasa saja menghadapi kejadian-kejadian aneh tersebut, suara-suara aneh itu Nate anggap cuman tetangga apartemennya sedang ngobrol tengah malam, dan Nate masih bertoleransi soal makanannya

“Oh well, I guess it human nature kalau manusia selalu mengambil hasil orang lain untuk dirinya sendiri!”pikirnya.

Tetapi lama-lama kesabaran Nate habis, apalagi karena buku “Descend” kesayangannya hilang setelah ia simpan dimeja belajar ruangannya!padahal ia yakin telah menyimpannya dengan benar di laci mejanya. Malam itupun ia protes ke resepsionis Hotel tersebut, mukanya merah marah.

“Mba! Kenapa bisa kamar saya sering kehilangan makanan dan barang-barang saya bisa pindah sendiri!!dan buku saya juga hilang nih! gimana sih room servicenya!” serunya kesal
“Maaf mas, nanti saya akan hubungi room service yang bertanggung jawab atas kamar mas, mas tinggal di ruang berapa?”balasnya dengan pelan
“Ruang 142 lantai 6”kata Nate dengan ketus
Setelah mendengar jawaban Nate, raut muka resepsions tersebut langsung berubah pucat, terlihat mukanya sedikit terkejut, she just stood there, motionless
“Mba!” seru Nate setelah melihat resepsionis tersebut melamun tanpa kata
“O..Oh iya maaf mas, nanti saya akan hubungi room service, maaf atas ketidaknyamanannya mas”

Tanpa membalas Nate pergi meninggalkan resepsionis, Nate agak terheran dengan perilaku respsonis tersebut setelah ia menyebutkan nama ruangannya “Apa jangan-jangan ada sesuatu dikamar itu? Apa ada ruangan atau kamar rahasia di kamar gue ya? Atau mungkin kamar gue tempat kumpulnya Illumi-“
“Ah gamungkin, ini kan bukan novel The Calling, tapi kira-kira kenapa ya”

Setelah berpikir soal ruangannya, Nate mulai malas memikirkannya dan membuang jauh-jauh pemikirannya “Ah who cares! Yang penting kamar gue sekarang bakal aman from that freaking food stealing room service!” pikirnya.

Nate memutuskan untuk tidur lebih awal malam itu, setelah selesai membaca “Isolation” oleh Robert Day Rutherford, penulis favoritnya, Nate beranjak ke kamar mandi dan menggosok giginya, saat  melihat ke kaca, Nate tersentak kaget, ia melihat sesuatu yang terbang di ruang tidurnya, Nate was frozen in place for a while, sampai akhirnya ia melihat ke arah kasurnya, tidak ada apa-apa.

“Pasti karena gue kecapean, atau odol ini mengandung alcohol”

Nate tidak menghiraukan apa yang dia lihat, setelah mencuci muka Nate bernajak naik kekasurnya dan mematikan lampu tak lupa melepas kacamatanya ia sempat berpikir tentang kejadian-kejadian aneh di ruangannya ini, ia pun teringat satu quote dari novel Isolation “the feeling of not being alone if someone is living alone, would drive them insane” Nate agak pucat mengingat kata-kata tersebut, ia berusaha memejamkan matanya dan berhenti berpikir yang tidak-tidak, dan setelah beberapa menit Nate pun terlelap..

Nate’s body was frozen that morning..for he cannot believe what he saw..saat ia membuka mata dari tidurnya , terlihat sosok gadis berkuncir satu dan berambut pendek sedang membuka kulkasnya, Nate berusaha mencari kacamatanya dengan panik, ia masih tidak bisa memercayai matanya, dan ketika Nate memakai kacamatanya, dia menyadari bahwa gadis itu terbang diudara.

Gadis itu melihat kebelakang, kearah Nate yang masih terpaku di kasurnya, dan dengan suara yang  sedikit imut  dan  childish ia berkata.

“Nathan Rizki Unus! Youre awake! Yaaaaay!”

Cuma empat kata yang bisa dilontarkan Nate pagi itu.

“WHAT THE FUCK!!! AARGH!! AAARGH!!!”





To be continued!






note: ini bukan cerita horror-_-